Kalau ada bikin sakit, Kalau tidak ada bikin pusing

Benda kesayangan? Apakah benda kesayangan itu selalu pemberian dari seorang kekasih? Ah! kurasa tidak juga, itu tergantung pribadi yang menyikapinya. Jika harus menceritakan tentang benda kesayangan (ku) itu berupa apa sih? Mungkin banyak yang akan menceritakan handphone, laptop, buku atau baju pemberian dari sahabat atau kekasih, tapi tidak bagiku. Oh ya, kalau kamu apa benda kesayanganmu? Di sini aku akan membagi sedikit cerita tentang benda kesayangan saya. Penasaran? Tunggu dulu hehehe

Ya… Pentul adalah benda kesayanganku. Lho, kok bisa pentul? “Seperti Kuntilanak aja, sukanya sama pentul”. Itu yang selalu jadi komentar teman-teman terhadapku. Kalau ditanya kenapa saya begitu menyukai pentul, itu karena selama saya memilih untuk menggunakan hijab benda kecil dan runcing ini begitu membantu dikala saya ingin tampil modis dengan berbagai model hijab.

Waktu pertama kali memutuskan untuk menggunakan hijab, kala itu saya masih duduk di bangku SMA. Awalnya sih, karena aturan sekolah yang mengharuskan semua siswa menggunakan hijab. Ya… Mau tidak mau, saya harus merelakan rambutini ditutupi oleh kain yang berbentuk segi empat itu. Pertama menggunakan hijab, rasanya begitu gerah. Namun, makin kesini, rasanya yaaa… kadang masih gerah juga sih.. hehehehe. Namun, satu hal yang sangat menguntungkan saat memilih menggunakan hijab adalah saya tidak mesti pusing lagi dengan model rambut dikala mau potong rambut, tidak mesti ribet menyisir rambut dan berpikir hari ini rambut mau diapain ya? diikat, dijepit atau apa yah?

Pagi itu, saya bangun sekitar pukul 07.30 padahal saya harus masuk kuliah. Kuliah subuh (kata teman-teman yang suka begadang). Saat itu, saya harus mandi dan segera bergegas ke kampus, karena dosennya termasuk salah satu dosen killer. Namun, hal lain yang membuat jengkel selain harus terburu-buru adalah saat ingin menggunakan hijab, pentul yang biasanya banyak berserakan di setiaap sudut kamar tiba-tiba raib. Bayangkan saja begaiamana jengkelnya saya saat itu. Mau marah, tapi tidak tau mau marah sama siapa karena di kamar hanya sendiri. Alhasil, saya memutuskan untuk tidak ke kampus saja. Dan kembali masuk ke dalam selimut dan menutup wajah dengan bantal (kebiasaan saat jengkel).

Pernah merasa jengkel seperti yang saya rasakan barusan?

Jujur. Sampai sekarang, setidaknya sampai tulisan ini saya buat, saya masih belum bisa memecahkan permasalahan klasik itu. Tiba-tiba saat hendak keluar, semua pentul hilang, entah kemana. Nyelip-nyelip mungkin. Apa mereka sembunyi? (*mulai berkhayal kalau benda-benda mati bisa bergerak sendiri saat gak ada orang).

Saya adalah tipikal orang yang suka memakai hijab segi empat saat bepergian baik itu ke kampus, apalagi ke acara-acara resmi. Olehnya itu, saya begitu membutuhkan jarum pentul. Anehnya, saat saya sudah siap-siap untuk memakai hijab, tiba-tiba saja semua jarum pentul yang biasanya tergeletak begitu saja di meja rias, hilang semua entah kemana.

Padahal dalam urusan pentul, hampir setiap bulan saya selalu memasukkannya dalam list belanjaan. Jadi, tidak mungkin kalau saya kehabisan pentul. Tapi, tiap mau dipakai, yang tersisa ya cuma lingkarannya saja (wadahnya yang berbentuk lingkaran itu lho).

Karena kejadian selama bertahun-tahun itu, saya jadi kepikiran untuk membuat ‘Jarum Pentul Organizer’ yang tinggal ditusukin saja tiap selesai dipakai. Waktu itu saya kepikiran setelah saya melihat salah satu tutorial hijab, yang di pergelangan tangannya itu ada semacam bantalan kecil. Lebih mirip seperti gelang-gelang yang biasa digunakan anak kecil. Dengan bentuk hati dan pentulan jarum yang menempel, benda itu saya pikir apa. Baru setelah beberapa saat mengamati, saya tahu kegunaannya.

Jadi, untuk mengatasi kehilangan pentul saya membuat bantalan seperti itu dan menyimpannya di atas meja rias. Dan untuk mengatasi kehilangan pentul saat bepergian saya selalu membawa pentul cadangan di dalam tempat pensil saya.

Pernah merasakan perihnya tertusuk pentul?

Selain itu, masalah lain yang sering dihadapi wanita pengguna hijab adalah tangan, dagu atau kepala yang tertusuk pentul.

Sangat sering terjadi, jempol atau jari telunjuk tidak pernah luput dari tusukannya. Begitu perih rasahnya, lebih perih dari sakitnya ditinggal pasangan… (eh). Mungkin terdengar begitu melebihkan, tapi memang rasanya perih. Meski lukanya sangat kecil, darah yang keluar pun hanya sedikit tapi entah kenapa, rasanya begitu perih.

Tetapi nampaknya para pengguna hijab tak perlu khawatir lagi, karena ternyata ada cara-cara khusus dalam menggunakan jarum pentul pada jilbab agar tidak melukai bagian tubuh lain. Caranya, jika ingin mengikatkan hijab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul, berikan aksen lipatan terlebih dahulu. Misalnya, bagian sisi jilbab kanan berada di atas sisi kiri. Baru kemudian pentul di bagian tengahnya. Cara ini bisa melindungi bagian dagu dari tusukan jarum pentul.

Cara lain, dengan menggunakan klip turki yang sedang hits saat ini. Bentuknya yang tumpul dengan bagian kepalanya diberikan seperti bulatan akan membuat tangan dan dagu aman dari ketajaman pentul. Meski begitu, jilbabmu akan tetap kuat karena klip tersebut memang diperuntukan untuk mengikat jilbab di bawah dagu.

Ternyata ini tidaklah saya alami sendiri, bahkan saat saya menceritakan hal ini pada teman-teman perempuan yang lain, ternyata hal ini mereka alami juga. Bahkan kadang, kami tiba-tiba rebutan pentul. Kadang juga malah, kami saling meminta pentul. atau bahkan kadang kami tetiba berteriak bersama saat memasang hijab setelah shalat.

Tapi, kini hal itu tidak terjadi lagi setelah dua tips di atas saya bagikan kepada teman-teman yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s