Menulis Hanya Membutuhkan Niat

Sering kita dapatkan tugas-tugas menulis selama berada disetiap jenjang pendidikan. Tugas menulis yang ditemui biasanya dalam bentuk rangkuman, makalah, paper, atau skripsi. Semakin tinggi jenjang pendidikan kalian, maka tugas menulis yang akan kalian hadapi akan semakin tinggi. Teman-teman yang sekarang sedang menempuh jenjang pendidikan S1 pasti menyadarinya. Dulu ketika mereka masih SD hanya diberikan tugas menulis beberapa kalimat atau paragraf. Sekarang mereka harus menghadapi tugas menulis yang terdiri dari puluhan lembar hasil penelitian. Tugas yang dihadapi oleh para mahasiswa ini adalah skripsi. Sebuah syarat kelulusan dalam pendidikan S1 pada negeri ini.

Sering kita jumpai saat-saat kita merasa lambat dalam mengerjakan tugas menulis tersebut. Alasan yang paling sering keluar adalah tidak mood menulis. Mood jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah suasana hati. Maksudnya kita merasa membutuhkan suasana hati yang pas dalam melakukan pekerjaan menulis. Ini menurut mereka yang sering berhenti dalam menghadapi tugas-tugas menulisnya. Mood terkadang menjadi “kambing hitam” atau alasan klise dalam menyelesaikan tulisan.

Saat ini saya sedang menghadapi salah satu bentuk tugas menulis (skripsi). Sering menerima pertanyaan “kenapa skripsinya belum dikerja?”, dan sering pula menjawab dengan “tidak mood”. Hari ini semua telah berubah. Saya sudah mempunyai jawaban yang berbeda sekarang. Menulis sebenarnya tidak membutuhkan mood. Menulis hanya membutuhkan niat. Menurut KBBI niat adalah maksud atau tujuan suatu perbuatan, kehendak (keinginan dl hati) akan melakukan sesuatu, janji untuk melakukan sesuatu. Saya mengingat perkataan seorang teman lama bahwa niat adalah 50% dari pekerjaan yang akan kita kerjakan. Jika kalian masih menemukan orang yang tidak mood dalam menulis silahkan ajak dia bertobat dan meniatkan diri untuk menulis. Terus paksakan diri untuk menulis. Jangan takut tulisanmu akan jelek atau tidak berkualitas. Tuliskan saja terlebih dahulu dan mulailah memperbaiki jika ada salah. Melakukan kesalahan itu sah-sah saja dalam menulis yang penting kita mau merevisi tulisan kita. Awali semua niat dan yakinlah tulisan itu akan selesai seperti yang kita inginkan. Sudah siap untuk menulis skripsi kembali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s