Kepada Tuan Angin yang Datang Berhembus

Terima kasih untuk kedatangannya, tuan angin. Aku menyukai caramu membuatku tenang dengan belai lembutmu. Aku menyukai kesejukan yang kau tawarkan padaku tanpa balasan apapun. Ya, aku sangat menanti kedatanganmu di pengapnya ruang tempatku berpijak. Aku tahu kau sungguh spesial, tuan angin. Aku tahu itu.

Hanya saja tuan, tolonglah jangan berhembus terlalu kencang. Kau membuatku takut karena kau tampak seperti sedang mengamuk. Tuan angin, jika kau sedang bersemangat menari di udara, jauhlah dariku dan keluargaku, agar jangan mereka celaka karena gerakan hebatmu. Aku tidak menyalahkanmu, tuan. Aku tahu gerakanmu seperti itu bukan karena salahmu tapi karena salah udara yang memiliki temperatur berbeda.

Oh ya, tuan angin, tolonglah jangan merusak jilbabku dan jilbab para perempuan lain yang takut jilbabnya loyo karena sentuhan genitmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s