Berbeda itu Indah Kok!

Sering kita mendengar bahwa sesuatu yang berbeda itu sulit untuk disatukan, bahkan mungkin tidak akan pernah bisa disatukan. Banyak kita dengar bahwa perbedaan mengantarkan kita pada keterpisahan. Seumpama minyak dan air, kedua cairan ini tak dapat disatukan meskipun kita telah mengaduknya agar tercampur. Padahal bisa kedua cairan itu bersatu, tetapi membutuhkan sabun untuk menyatukannya. Ya, sabun sebagai penyambungnya. Begitu pula perbedaan yang kita miliki, rasa memahami dan bijaklah yang menjadi pemersatu perbedaan.
Menurut saya, sebenarnya perbedaan tak mesti kita satukan dan kita seragamkan. Perbedaan menciptakan harmoni kehidupan yang indah. Bukankah Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan alam raya yang luas ini dengan penuh keberagaman? Bahkan perbedaan yang Tuhan ciptakan ada pada satu macam, contohnya dalam spesies tumbuh-tumbuhan, ada berbagai macam tanaman dalam satu jenis tanaman. Pohon mangga, banyak variannya, ada mangga manalagi, mangga kweni, mangga harum manis, dan lain-lain. Buktinya perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat suatu yang buruk.
Setiap orang punya seribu alasan untuk berbeda. Tapi setiap orang pun juga memiliki jutaan alasan untuk bisa saling memahami setiap perbedaan tersebut. Ketika energi positif menjadi nyawa bagi dua kutub yang berbeda, toleransi dan saling pengertian bisa disepakati. Suatu rasa percaya diri yang positif akan membantu kita memahami bahwa setiap perbedaan itu bukanlah hal yang harus dihindari. Sebab kita tak mungkin bisa menghindarkan diri dari perbedaan. Yakinkanlah diri kita bahwa perbedaan ini adalah anugerah indah dari Tuhan yang harus kita sikapi dengan bijak. Sikap positif inilah yang mestinya ditiupkan pada jiwa-jiwa yang terlibat dalam suatu perbedaan pendapat maupun perbedaan sikap. Jangan lupa bahwa pikiran positif kita dapat mengarahkan kita untuk berperilaku positif juga termasuk bijak dalam menghadapi perbedaan.
Saya pernah mendengar kata-kata indah yang isinya “sesuatu perbedaan yang ada di antara kita adalah hal yang sesungguhnya bisa menyatukan kita”, setelah dicerna kembali, pernyataan itu memang benar. Lihat saja, toh ayah dan ibu kita yang hingga kini masih terus ada dalam kebersamaan sesungguhnya terdiri dari berbagai macam perbedaan. Namun, setelah bersatu dalam ikatan pernikahan, mereka lalu belajar untuk bijak menyikapi perbedaan itu. Mereka belajar memandang perbedaan sebagai sesuatu yang positif. Karena tak jarang, perbedaan membuat kita belajar, belajar banyak hal, belajar tentang perbedaan itu sendiri, belajar mensyukuri perbedaan itu, dan belajar untuk saling melengkapi, saling mengisi.
Diakui ataupun tidak, perbedaan yang telah mewarnai hiruk pikuk perjalanan kita adalah sesuatu yang sebenarnya menyatukan kita. Apakah harus selalu ada keseragaman? Tidak harus! Sebab keseragaman bukanlah hasil akhir dari sebuah perbedaan. Suatu harmoni tidak mesti seragam. Coba kita saksikan sebuah pertunjukan musik orkestra. Harmoni yang mereka ciptakan, bukanlah hasil keseragaman, tapi hasil dari perbedaan. Perbedaan alat musik, perbedaan suara, perbedaan peran, perbedaan aksi, perbedaan bunyi. Mereka sanggup meng-arrange segala perbedaan menjadi harmonisasi yang indah bagi kehidupan. Kalau mereka bisa menyatukan perbedaan-perbedaan itu menjadi suatu harmoni, kenapa kita tak bisa? Kalau kita mau, perbedaan dalam kehidupan kita akan menjadi sesuatu yang indah. Tak percaya? Buktikan saja sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s